Container Icon
Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia Berbicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia Berbicara. Tampilkan semua postingan

Menceritakan Kembali Isi yang Dibaca (Bagian ke-2)

Untuk memahami materi kegiatan belajar 2 ini, marilah kita memulainya dengan mempelajari unsur-unsur intrinsik yang ada di dalam sebuah prosa cerita.
Unsur-Unsur Intrinsik dalam Prosa Cerita
Unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat dalam karya sastra itu sendiri, meliputi:
1. Tema
Tema adalah pokok pikiran yang mendasari keseluruhan cerita. Setiap cerita mempunyai satu tema walaupun cerita itu panjang.
2. Amanat
Amanat yaitu pesan yang disampaikan oleh pengarang. Pesan dapat berupa amanat, saran, kritik, atau usul.
3. Alur
Alur adalah rangkaian cerita yang disusun secara runtut. Alur cerita biasanya dibangun oleh perkenalan, pertikaian, klimaks, pertikaian, lalu penyelesaian. Alur cerita bisa bergerak maju atau mundur. Alur maju ialah rangkaian peristiwa yang dijalin secara kronologis, sedangkan alur mundur (flashback) ialah rangkaian peristiwa yang dijalin tidak berurutan.
4. Perwatakan
Perwatakan adalah gambaran sifat atau watak tokoh cerita. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh utama dan tokoh figuran. Tokoh utama adalah tokoh yang menjadi sentral dalam cerita. Tokoh figuran adalah tokoh yang berperan sebagai pendukung tokoh utama.
Berdasarkan sifatnya, terdapat dua tokoh cerita, yaitu antagonis (tokoh penentang protagonis) dan protagonis (tokoh baik).
5. Latar atau setting cerita
Latar atau setting adalah tempat, waktu, dan suasana dalam cerita.
6. Sudut pandang
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. Pengarang berperan sebagai tokoh yang terlibat secara langsung atau pengarang sebagai pihak ketiga atau pengamat saja.
Apa lagi yang harus kamu ketahui agar dapat menghayati cerita dengan baik, sebelum menceritakan kembali isi cerita anak? Kamu harus membedah teks terlebih dahulu. Langkah ini dimaksudkan sebagai upaya untuk memahami unsur pembangun cerita yang harus sampai kepada pembaca atau pendengar. Perhatikan materi berikut!
Unsur pembangun cerita yaitu:
  • Mencatat gagasan pokok cerita. Gagasan pokok cerita adalah ide atau tema yang menjiwai cerita tersebut.
  • Mengetahui kerangka cerita
  • Gunakan bahasa sendiri ketika menceritakan kembali isi cerita anak.



Setelah kamu dapat memahami unsur pembangun cerita, maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut.
Langkah-langkah menceritakan kembali isi cerita:
  • Berpedoman pada catatan gagasan pokok
  • Menceritakan kembali dengan bahasa sendiri
Nah, kamu sudah banyak mempelajari materi menceritakan kembali cerita anak, lalu adakah manfaatnya? Tentu saja ada manfaatnya, salah satunya adalah kamu dapat menceritakan kembali sebuah cerita anak kepada orang lain. Selamat mencoba!
Rangkuman
Menceritakan kembali cerita yang dibaca perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah mengetahui unsur-unsur intrinsik yang terdapat  pada cerita, seperti tema, amanat, alur, perwatakan, latar dan sudut pandang, berpedoman pada catatan gagasan pokok dan menceritakan kembali dengan bahasa sendiri.
Latihan
Bacalah cerita berikut! Kemudian kerjakan latihan!
Asal Usul Danau Toba 

     
Di wilayah Sumatera Utara hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap ladang dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Allah, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.

Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

“Jangan takut, Pak, aku tidak akan menyakiti Kamu”, kata si ikan. “Siapakah Kamu ini? Bukankah Kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terima kasih Engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia Kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itu pun setuju. Maka, jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya  kebahagiaan petani dan istrinya bertambah, karena istri petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.

Hingga suatu hari, anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah tempat ayahnya sedang bekerja. Akan tetapi, tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya, dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubuk. Pak Tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Oleh karena tidak dapat menahan lapar, ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, Pak Tani melihat anaknya sedang tidur di gubuk. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hei, bangun!, teriak petani itu.

Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi, petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat Si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.

Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu kini dikenal dengan nama Danau Toba.

Cerita Rakyat “Asal Usul Danau Toba”, diceritakan kembali oleh Kak Ghulam Pramudiana.

(sumber : ceritaanak.org)

Penutup
Rangkuman
Setelah kamu membaca uraian materi tentang langkah-langkah menceritakan kembali sebuah cerita anak dan menceritakan kembali isi cerita, kamu pasti dapat menyimpulkan materi tersebut.
Baiklah, mari kita simpulkan!
Pengertian Membaca
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Sama halnya dengan membaca teks nonsastra, tujuan utama membaca cerita atau membaca teks sastra adalah memahami atau menangkap maksud penulis dalam karyanya.
• Pengertian Cerita
Cerita adalah karangan pendek yang berbentuk prosa yang mengisahkan tentang suatu peristiwa, disajikan secara singkat. Cerita dapat juga dikatakan sebagai buah dari pemikiran dan rasa yang disampaikan dengan gaya bahasa yang bervariasi dengan maksud tertentu.
• Persamaan dan Perbedaan Cerita dengan Dongeng
Dongeng adalah cerita yang bersifat khayalan, sedangkan cerita dapat bersifat khayalan dapat juga bersifat nyata. Dengan demikian, jika dilihat dari sifatnya, kita bisa simpulkan bahwa cerita bersifat nyata dan khayalan; sedangkan dongeng hanya bersifat khayalan.
• Jenis-jenis dongeng
1) mite
2) legenda
3) sage
4) fabel
5) dongeng biasa
• Unsur-Unsur Intrinsik dalam Cerita
1) tema
2) amanat
3) alur
4) latar atau setting
5) sudut pandang
• Manfaat membaca cerita:
1) mendapatkan hiburan
2) menemukankan nilai kebenaran
3) mendapatkan contoh keteladanan
4) mengembangkan fantasi
5) mengasah kecerdasan
6) menumbuhkan minat baca
• Langkah-langkah menceritakan kembali cerita anak:
1) membaca secara keseluruhan isi cerita
2) mencatat tokoh dan penokohan dalam cerita
3) mencatat latar atau setting cerita
4) mencatat alur cerita
5) mencatat gagasan pokok cerita
• Menceritakan Kembali Isi Cerita Anak
1) Mencatat gagasan pokok cerita
2) Mengetahui kerangka cerita
3) Menggunakan bahasa sendiri ketika menceritakan kembali isi cerita anak
Tes Akhir Modul

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Materi : Menceritakan Kembali Cerita yang Dibaca (Kegiatan Pertama)

Kuis
Untuk mengawali kegiatan ini, cobalah kamu kerjakan soal berikut ini!
Pasangkan jenis dongeng dengan gambar yang tepat, lakukan dengan mengklik sesuai dengan tempat yang telah disediakan!


Pendahuluan
Selamat berjumpa dalam pelajaran Bahasa Indonesia melalui modul Online. Kali ini kamu akan mempelajari tentang menceritakan kembali cerita anak yang dibaca. Pernahkah kamu membaca buku cerita anak? Tentu sering kan? Untuk apa kamu membaca buku cerita anak? Tentu saja ada  tujuannya. Banyak tujuan mengapa kamu tertarik membaca buku cerita anak, mungkin kamu ingin mengetahui isi buku cerita anak tersebut sehingga mendapatkan hiburan, atau kamu ingin menceritakannya kembali kepada orang lain. Nah, pada materi ini kita akan mempelajari bagaimana menceritakan kembali cerita anak.
Perhatikanlah contoh-contoh buku cerita anak berikut!

sumber:pustekkom

Contoh-contoh buku cerita anak di atas, kamu mungkin pernah membacanya, lalu bagaimana ceritanya? Tentu menarik kan?
Nah, sekarang agar kamu dapat dengan mudah menceritakan kembali cerita anak maka modul ini akan membahas:            


 - Langkah-langkah Menceritakan Kembali Cerita Anak yang Dibaca


 - Menceritakan Kembali Cerita Anak dengan Bahasa Sendiri


Untuk memahami pembelajaran tersebut, kamu harus tekun membaca modul ini. Selanjutnya,  berlatihlah menceritakan kembali cerita anak sehingga kamu dapat menceritakan kembali isi cerita anak dengan baik.
Kegiatan Belajar 1 : Langkah-langkah Menceritakan Kembali Cerita Anak
Membaca
Apa yang kamu ketahui tentang membaca? Apakah membaca? Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Sama halnya dengan membaca teks nonsastra, tujuan utama membaca cerita atau membaca teks sastra adalah memahami atau menangkap maksud penulis dalam karyanya. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa dalam rangka memahami sastra, kita perlu membaca teksnya terlebih dahulu. Dalam konteks ini, dapat dibedakan antara membaca sastra dan membacakan sastra. Membaca sastra bersifat impresif (menangkap maksud pengarang di balik karyanya), sedangkan membacakan sastra bersifat ekspresif. Secara umum, ada tiga jenis karya sastra, yaitu puisi, prosa, dan drama. Sekarang kamu sudah mengerti tentang membaca, selanjutnya mari kita mempelajari tentang cerita.
Pengertian Cerita
Cerita adalah karangan pendek yang berbentuk prosa yang mengisahkan suatu peristiwa yang disajikan secara singkat. Cerita dapat juga dikatakan sebagai buah pemikiran dan rasa yang disampaikan dengan gaya bahasa yang bervariasi dengan maksud tertentu.
Cerita yang sering kamu temui bermacam-macam peruntukannya, ada cerita untuk dewasa, remaja, dan anak-anak. Lalu apakah cerita anak? Cerita anak adalah cerita yang dikemas untuk dibaca dan didengarkan oleh anak-anak, biasanya berisi ajaran moral, keteladanan, dan contoh budi pekerti yang baik. Tepat untuk kamu kan?
Gambar: saling berbagi cerita

Persamaan dan Perbedaan Cerita dengan Dongeng
Sekarang mari kita melanjutkan materi tentang cerita dan dongeng. Mungkin kamu masih sering bertanya-tanya, apakah cerita sama dengan dongeng? Kadang-kadang orang masih memperdebatkan antara cerita dan dongeng sebagai berbeda. Antara cerita dan dongeng perbedaannya terletak pada cakupannya, yaitu cerita lebih luas daripada dongeng, karena pada hakikatnya dongeng itu sendiri termasuk cerita.
Dongeng adalah cerita yang bersifat khayalan, sedangkan cerita dapat bersifat khayalan dan dapat juga bersifat nyata.
Dengan demikian, jika dilihat dari sifatnya, kita bisa menyimpulkan bahwa cerita bersifat nyata dan khayalan, sedangkan dongeng hanya bersifat khayalan. Bagaimana? Mudah kan? Sekarang mari kita lanjutkan! Ketika kamu membaca buku dongeng tentu sering menemukan berbagai jenis dongeng, agar bisa membedakan antara jenis dongeng yang satu dengan yang lain, maka bacalah penjelasan berikut!
Jenis-jenis Dongeng
Jenis-jenis dongeng menurut para ahli adalah:
1. Mite
 
Mite adalah dongeng yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mistis atau gaib atau berkaitan dengan makhluk halus, seperti Nyai Roro Kidul dan Harimau Jadi-jadian.
2. Legenda
 
Legenda adalah dongeng yang berupa cerita tentang asal-usul atau kejadian alam, seperti Asal Mula Danau Toba, Tangkuban Perahu, Asal Mula Kota Surabaya, dan sebagainya.
3. Fabel
 
Fabel adalah dongeng tentang dunia binatang, seperti cerita Kancil dan Buaya, Buaya dan Kerbau, Kancil dan Siput.
4. Sage
 
Sage adalah cerita kepahlawanan, atau sering disebut dengan istilah etos, seperti etos Ramayana dan Mahabharata.
5. Dongeng biasa
 
Dongeng biasa adalah dongeng yang tidak termasuk ke dalam salah satu jenis dongeng yang telah disebutkan, seperti Malin Kundang.
Setelah kamu mempelajari perbedaan jenis-jenis dongeng, cobalah pasangkan definisi jenis-jenis dongeng dengan gambar yang tepat, lakukan dengan mengklik sesuai dengan tempat yang telah disediakan!
Apa yang harus kamu ketahui selanjutnya agar dapat menceritakan kembali sebuah cerita anak? Kamu harus memahami bagaimana langkah-langkah menceritakan kembali cerita anak. Mari kita lanjutkan!

Langkah-langkah Menceritakan Kembali Cerita Anak
1. Membaca secara keseluruhan isi cerita
Membaca secara keseluruhan isi cerita bertujuan agar dapat memahami isi cerita berkaitan dengan pencarian makna yang terkandung dalam cerita tersebut. Nilai-nilai atau amanat-amanat itulah yang harus kita temukan pada saat memahami isi cerita.
2. Mencatat tokoh dan penokohan dalam cerita
Tokoh merupakan motor penggerak alur. Tanpa tokoh, alur tidak akan pernah sampai pada bagian akhir cerita. Ada tiga tokoh bila dilihat dari sisi keterlibatannya dalam menggerakkan alur, yaitu: tokoh sentral, tokoh bawahan, dan tokoh latar.
  • Tokoh sentral
    Tokoh sentral merupakan tokoh yang amat potensial menggerakkan alur. Tokoh sentral merupakan pusat cerita, penyebab munculnya konflik.
  • Tokoh bawahan
    Tokoh bawahan merupakan tokoh yang tidak begitu besar pengaruhnya terhadap perkembangan alur, walaupun ia terlibat juga dalam perkembangan alur itu.
  • Tokoh latar
    Tokoh yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap pengembangan alur, kehadirannya hanyalah sebagai pelengkap latar, berfungsi menghidupkan latar.
3. Mencatat latar atau setting cerita
Latar atau setting merupakan lukisan tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa (Abrams, 1981:175). Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas, dan sangat penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada. Fungsi latar ada dua, yaitu:
- agar cerita tampak lebih hidup
- menggambarkan situasi psikologis atau situasi batin tokoh
4. Mencatat alur cerita
Pemahaman terhadap alur cerita diperlukan agar dapat menceritakan dari awal sampai akhir cerita secara berurutut, yaitu mulai dari pemaparan (pemberian penjelasan tentang cerita serta pengenalan tokoh dan setting cerita); pengenalan masalah (pada saat tokoh memasuki konflik); klimaks (pada saat cerita mencapai puncaknya); danpenyelesaian (akhir sebuah cerita).
5. Mencatat gagasan pokok cerita
Menemukan gagasan pokok cerita atau ide pokok cerita merupakan suatu kewajiban bagi pembaca ketika mencoba menambah wawasan pengetahuannya melalui bacaan. Keterampilan menemukan gagasan pokok atau ide pokok bisa dilatih dan dikembangkan secara teratur dan berkesinambungan sehingga menangkap inti bacaan atau informasi yang diterimanya menjadi tepat, akurat, dan cermat. Gagasan pokok adalah gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.
Setelah memahami langkah-langkah menceritakan kembali cerita anak, mari kita lanjutkan materi berikut!Contoh cerita:
Anak Katak yang Sombong dan Anak Lembu


Di tengah padang rumput yang sangat luas, terdapat sebuah kolam yang dihuni oleh berpuluh-puluh katak. Di antara katak-katak tersebut, ada satu anak katak yang bernama Kenthus, dia adalah anak katak yang paling besar dan kuat. Oleh karena kelebihannya itu, Kenthus menjadi sangat sombong. Dia merasa kalau tidak ada anak katak lainnya yang dapat mengalahkannya. Sebenarnya, kakak Kenthus sudah sering menasihati agar Kentus tidak bersikap sombong pada teman-temannya yang lain. Akan tetapi, nasihat kakaknya tersebut tidak pernah dihiraukannya. Hal ini yang menyebabkan teman-temannya mulai menghindarinya, sehingga Kenthus tidak mempunyai teman bermain lagi.

Pada suatu pagi, Kenthus berlatih melompat di padang rumput. Ketika itu, ada seekor anak lembu yang sedang bermain di situ. Sesekali, anak lembu itu mendekati ibunya untuk menyedot susu. Anak lembu itu gembira sekali, dia berlari-lari sambil sesekali menyenggok rumput yang segar. Secara tidak sengaja, lidah anak sapi yang dijulurkan terkena tubuh si Kenthus.
"Huh, berani benar makhluk ini mengusikku," kata Kenthus dengan perasaan marah sambil coba menjauhi anak lembu itu. Sebenarnya, anak lembu itu pula tidak berniat untuk mengganggunya. Kebetulan, pergerakannya sama dengan Kenthus sehingga Khentus menjadi cemas dan melompat dengan segera untuk menyelamatkan diri.
Sambil terengah-engah, Kenthus sampai di tepi kolam. Melihat Kenthus yang kelihatan sangat lelah, kawan-kawannya nampak sangat heran. "Hai Khentus, mengapa kamu terengah-engah, wajahmu juga kelihatan pucat sekali," tanya teman-temannya.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya cemas. Lihatlah di tengah padang rumput itu. Aku tidak tahu makhluk apa itu, tetapi makhluk itu sangat sombong. Makhluk itu hendak menelan aku." Kata Kenthus.
Kakaknya yang baru tiba di situ menjelaskan. " Makhluk itu anak lembu. Sepengetahuan kakak, anak lembu tidak jahat. Mereka memang biasa dilepaskan di padang rumput ini setiap pagi."

"Tidak jahat? Kenapa kakak bisa bilang seperti itu? Saya hampir-hampir ditelannya tadi," kata Kenthus. "Ah, tidak mungkin. Lembu tidak makan katak atau ikan tetapi hanya rumput." Jelas kakaknya lagi.

"Saya tidak percaya kakak. Tadi, aku dikejarnya dan hampir ditendang olehnya." Celah Kenthus. "Wahai kawan-kawan, aku sebenarnya bisa melawannya dengan menggembungkan diriku," Kata Kenthus dengan bangga.
" Lawan saja Kenthus! Kamu tentu menang," teriak anak-anak katak beramai-ramai. "Sudahlah Kenthus. Kamu tidak akan dapat menandingi lembu itu. Perbuatan kamu berbahaya. Hentikan!" kata Kakak Kenthus berulang kali, tetapi Kenthus tidak mempedulikan nasihat kakaknya. Kenthus terus mengembungkan dirinya karena dorongan teman-temannya. Sebenarnya, mereka sengaja hendak memberi pelajaran pada Kenthus yang sombong itu
"Sedikit lagi Kenthus. Teruskan!" Begitulah yang diteriakkan oleh kawan-kawan Kenthus.
Setelah perut Kenthus menggembung dengan sangat besar, tiba-tiba Kenthus jatuh lemas. Perutnya sangat sakit dan perlahan-lahan dikempiskannya. Melihat keadaan adiknya yang lemas, kakak Kenthus lalu membantu.

Mujurlah Kenthus tidak apa-apa. Dia sembuh seperti sedia kala, tetapi sikapnya telah banyak berubah. Dia malu dan kesal dengan sikapnya yang sombong.
(sumber:ceritaanak.org)

Cerita di atas menarik kan? Jika kamu membacanya dengan saksama maka kamu akan dapat menemukan isi keseluruhan cerita, tokoh, perwatakan, latar, alur, gagasan pokok cerita, yaitu:
1. Isi cerita
Cerita yang berjudul Anak Katak yang Sombong dan Anak lembu berisi tentang kisah Khentus seekor anak katak yang sombong menganggap dirinya bisa melawan seekor anak lembu dengan cara menggembungkan badannya, namun akhirnya Khentus menyadari kesalahannya.
2. Tokoh
Tokoh yang terdapat pada cerita yang berjudul Anak Katak yang Sombong dan Anak Lembu adalah Khentus, kakak Kenthus, anak-anak katak, dan anak lembu.
3. Perwatakan
• Khentus berwatak sombong, merasa dirinya paling hebat.
• Kakak Kenthus berwatak baik dan bijaksana.
• Anak-anak katak senang memanas-manasi Khentus.
4. Latar atau setting
• Tempat: di tengah padang rumput yang luas di sebuah danau
• Waktu: pagi hari
• Suasana: tegang
5. Alur cerita
  • Pemaparan
    Di padang rumput yang sangat luas, terdapat sebuah kolam yang dihuni oleh berpuluh-puluh katak. Di antara katak-katak tersebut, ada satu anak katak yang bernama Kenthus, dia adalah anak katak yang paling besar dan kuat. Oleh karena kelebihannya itu, Kenthus menjadi sangat sombong. Dia merasa kalau tidak ada anak katak lainnya yang mengalahkannya.
  • Pengenalan masalah
    Secara tidak sengaja, lidah anak sapi yang dijulurkan terkena tubuh si Kenthus.
  • Klimaks
    Setelah perut Kenthus menggembung dengan sangat besar, tiba-tiba Kenthus jatuh lemas.
  • Penyelesaian
    Mujurlah Kenthus tidak apa-apa. Dia sembuh seperti sedia kala, tetapi sikapnya telah banyak berubah. Dia malu dan kesal dengan sikapnya yang sombong.
6. Gagasan pokok
Kesombongan Kenthus seekor anak katak.
Rangkuman
Cerita anak adalah cerita yang dikemas untuk dibaca dan didengarkan  oleh anak-anak, biasanya berisi ajaran moral, keteladanan, dan budi pekerti.
Perbedaan cerita dan dongeng terletak pada cakupannya, yaitu cerita lebih luas daripada dongeng, karena pada hakikatnya dongeng itu sendiri termasuk cerita

Langkah-langkah menceritakan kembali cerita anak yang dibaca:
• membaca secara keseluruhan isi cerita;
• catatlah tokoh, watak tokoh, dan alur;
• mencatat gagasan pokok cerita.
Latihan
Bacalah cerita berikut! Kemudian kerjakan latihan!
Raja yang Bodoh

Dahulu kala, ada seorang raja yang pesolek dan sangat suka mengenakan baju-baju baru. Dia banyak menghabiskan waktu hanya untuk memandangi dirinya sendiri di cermin, dan selalu ingin mengenakan baju-baju baru di pagi, siang, dan malam hari.
Pada suatu hari, datanglah dua orang penipu yang menyamar sebagai pembuat baju yang hebat. Mereka mengaku bahwa mereka pandai menenun dan membuat baju dengan kualitas yang sangat bagus, sampai-sampai kain yang mereka pakai untuk membuat baju tidak akan terlihat, kecuali oleh orang-orang pintar.
Ketika raja mendengar hal itu, dia sangat tertarik. “Itu bagus, aku bisa tahu siapa saja yang bodoh dan siapa saja yang pintar di kerajaan ini.” Pikirnya. Raja segera memerintah kedua orang itu untuk membuatkan baju baru untuk dirinya, menggunakan bahan kain istimewa itu. Mereka diberi sebuah ruangan khusus di istana, beserta benang-benang emas yang mereka minta. Kedua penipu itu menyembunyikan benang-benang emas yang mereka terima, kemudian berpura-pura sedang bekerja keras untuk membuat sebuah baju.
Beberapa hari kemudian, raja yang tidak sabar mengutus menterinya untuk menengok baju istimewa yang sedang dibuat itu. Ketika menteri mengunjungi para penipu yang menyamar itu, ia pun kebingungan. “Aku tidak melihat apa pun di sini” pikirnya. Akan tetapi, menteri itu tidak mau mengakuinya karena tidak ingin dianggap bodoh. Maka, ia pun memuji kedua penipu itu dan mengatakan bahwa baju yang mereka buat sangat indah. Setelah menteri keluar dari ruangan itu, kedua penipu tertawa terbahak-bahak.
Tidak lama kemudian, sang raja datang untuk melihat sendiri. Dia berusaha melihat ke seluruh ruangan, tetapi ia tidak melihat apa pun. Namun, karena tidak ingin dianggap bodoh, raja pun berpura-pura bisa melihat baju yang istimewa itu, dan berkata, “Baju yang sangat indah, aku tidak sabar ingin segera memakainya” .
Keesokan harinya adalah hari sang raja akan mengenakan baju barunya pada acara pawai keliling kota. Kedua penipu yang menyamar telah berpamitan dan pergi dengan alasan akan membuatkan baju untuk raja dari kerajaan-kerajaan lain. Tentu saja, mereka tidak lupa membawa benang-benang emas yang telah mereka sembunyikan, beserta uang emas upah membuat baju.
Saat raja memakai baju barunya, ia tetap saja tidak bisa melihat baju itu, dan ia merasa kedinginan. Akan tetapi, karena tidak ingin dikatakan bodoh, raja pun berputar-putar di depan cermin dan mengagumi baju barunya, walaupun ia tidak melihat apa-apa. Semua pegawai kerajaan juga mengatakan bahwa baju baru itu sangat indah, karena mereka juga tidak ingin dianggap bodoh.
Seluruh rakyat telah mendengar bahwa raja akan mengenakan baju baru yang spesial hari itu. Saat sang raja muncul, semuanya terkejut. Akan tetapi mereka juga telah mendengar kabar bahwa baju baru yang spesial itu hanya dapat dilihat oleh orang yang pintar saja, dan karena mereka tidak ingin dianggap bodoh, mereka pun berseru-seru memuji sang raja.
Mendadak terdengar suara anak kecil berteriak, “tetapi, dia kan tidak pakai baju, Sang Raja telanjang!” Semua terdiam. Raja pun menyadari bahwa anak kecil itu berkata jujur, dan dengan terburu-buru ia berjalan kembali ke istana.

(sumber:ceritaanak.org)

Sumber : http://belajar.kemdiknas.go.id/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Materi : Memperkenalkan Diri dan Orang Lain di Dalam Forum Resmi

A.     Memperkenalkan diri dan orang lain dalam forum resmi.
Memperkenalkan diri dapat diartikan  memberikan informasi atas identitas diri atau seseorang, kualifikasi seseorang. Forum-forum resmi yang memiliki sesi perkenalan diri adalah diskusi . Dalam diskusi, seorang moderator memulai perannya dengan memperkenalkan diri. Demikian juga dengan para pembicara atau pemakalahnya serta peserta diharapkan  memperkenalkan diri sebelum mereka melakukan tugas dan kewajibannya. Dengan adanya perkenalan tersebut diharapkan pembicaraan akan terjalin lebih komunikatif.
1.   Unsur-unsur dalam Memperkenalkan diri
Perhatikan contoh-contoh kalimat perkenalan di bawah ini!
a.     Perkenalkan, nama saya Mery. Saya peserta didik kelas X SMAN 3 Solo. Saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler teater dan pramuka. Saya pun aktif di OSIS sebagai humas. Dalam diskusi kali ini saya berperan sebagai moderator.
b.    Selanjutnya, saya perkenalkan pembicara utama yang telah hadir di antara kita. Bapak yang duduk di samping saya ini adalah Drs, Zanuar Aryanto, M.Pd. Bapak Zanuar dilahirkan di Solo, empat puluh lima tahun yang lalu. Bapak Zanuar menamatkan S-2nya di Universitas Negeri Semarang. Jabatan Beliau saat ini adalah wakil kepala sekolah bidang kepeserta didikan. Bapak berhobi tenis ini akan memaparkan makalahnya yang berjudul “Peserta didik sehat, Prestasi Meningkat”
c.     Saudara-saudara yang kami hormati,
Dalam seminar ini, kami menghadirkan Bapak B. Mahendra, seorang pengajar tanaman obat lembaga Pengembangan Tanaman Obat di International Herbal Center IHC). Beliau pengajar tetap di lembaga tersebut sejak tahun 2004. Beliau dilahirkan 22 Februari 1975 di Ambon. Beliau meraih gelar sarjana dari Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura tahun 1998 dalam bidang keahlian Ilmu Tanah. Buku-buku hasil karyanya antara lain Mahkota Dewa, Budidaya dan Pemanfaatan untuk Obat, Menanggulangi SARS dengan Tanaman Obat, dan Manfaat Bumbu Dapur sebagai Obat.
Contoh kalimat perkenalan di atas biasa digunakan dalam  forum resmi. Dari contoh-contoh tersebut dapat dilihat bahwa unsur-unsur dalam perkenalan antara lain nama, tanggal kelahiran, pendidikan, pengalaman, prestasi, hasil karya, dan kegiatan yang dilakukan. Kalian juga dapat menambahkan hal lain seperti alamat, usia, dan lain-lain. Yang terpenting adalah tidak berlama-lama dalam perkenalan karena kegiatan yang lebih inti bukan pada perkenalannya.

2.   Tata cara Perkenalan Diri dalam Forum Resmi
Memperkenalkan diri dalam forum resmi tidaklah mudah. Selain dibutuhkan keberanian dan kemampuan berbicara di muka umum, dibutuhkan juga pengetahuan kebahasaan yang cukup, serta latihan terus –menerus. Agar dapat memperkenalkan diri dengan baik, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan :
a.   Menggunakan kata sapaan secara tepat dan efektif, tidak berlebihan
Sapaan yang digunakan harus tepat sesuai dengan orang-orang yang hadir. Jika yang hadir lebih tua dari kita, kita bisa menggunakan Bapak-bapak/Ibu-ibu, jika yang hadir sebaya dengan kita, kita menggunakan Saudara-saudara atau Teman-teman. Selain tepat, sapaan yang digunakan juga harus efektif dan tidak berlebihan. Para Bapak-bapak, para Ibu-ibu, para hadirin adalah penggunaan yang tidak efektif. Sapaan yang lebih efektif adalah Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin.
b.   Menggunakan pilihan kata secara tepat
Ketepatan dalam menggunakan kata akan menjadikan informasi yang kita sampaikan lebih jelas dan berkesan.
Cermati contoh berikut :
1)     Saya pun aktif di OSIS sebagai humas (tepat)
Saya pun sibuk di OSIS sebagai humas (kurang tepat)
2)     Terlebih dulu, saya akan memperkenalkan diri (tepat)
Terlebih dulu, aku akan memperkenalkan diri (kurang tepat)
c.   Menggunakan struktur kalimat secara benar
Struktur kalimat yang benar adalah yang unsur-unsurnya lengkap. dengan unsur-unsur yang lengkap, kalimat akan mudah dipahami para pendengar.
contoh :
1)     Nama saya Mery Astiti (lengkap)
Nama Mery Astiti (tidak lengkap)
2)     Saya bertugas sebagai humas (lengkap)
Saya humas (tidak lengkap)
d.   Memperhatikan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda
1)     Lafal, berkaitan dengan bagaimana kita mengucapkan bunyi-bunyi bahasa dengan benar. Dalam melafalkan bunyi bahasa harus jelas, tidak boleh tertukar dengan bunyi-bunyi bahasa lain. Misalnya p dengan b, t dengan d, o dengan u, dan lain-lain. Miasalnya kita mengucapkan republik atau repoblik, Indonesia atau Endonesia, Bogor atau mbogor, dan lain-lain.
2)     Tekanan, berkaitan dengan keras lembutnya ucapan. Hal yang penting dan memiliki makna tersendiri perlu dilafalkan dengan tekanan keras, sedang bagian yang kurang penting cukup dilafalkan dengan lembut. Kalimat yang sama, jika diberikan tekanan pada bagian yang berbeda, maka akan berbeda pula maknanya. Perhatikan kalimat-kalimat berikut :
a.     Profesor Sanjayaini adalah alumni dari Universitas Indonesia.(bukan profesor yang lain)
b.    Profesor Sanjaya ini adalah alumni dari Universitas Indonesia. (bukan universitas yang lain)
3)     Intonasi, berkaitan dengan naik turunnya lagu kalimat. Penggunaan intonasi sangat penting karena akan membuat pembicaraan lebih menarik dan berkesan, tidak monoton. Dengan intonasi yang berbeda, kalimat yang sama bisa berbeda pula maknanya. Hal ini sebagaimana yang tampak pada kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah.
4)     Jeda adalah perhentian, baik jeda sementara maupun jeda tetap ketika kita sedang berbicara. Jeda dapat digunakan untuk mengatur napas dan mengatur pembicaraan, terutama untuk mengucapkan kalimat-kalimat yang panjang sehinga tidak terkesan ngos-ngosan. Ketika memberikan penjedaan haruslah tepat yaitu harus mempertimbangkan kelompok kata yang merupakan kesatuan makna. Penjedaan yang kurang tepat akan merancukan makna kalimat.

Contoh :
Seperti yang telah saya bacakan dalam susunan acara di awal/ acara yang berikut ini/ merupakan acara pokok yang telah kita tunggu/ yakni ceramah tentang bahaya Narkoba  /yang akan disampaikan oleh Dr. Aryanti Setyaningrum /yang sekarang telah hadir di hadapan kita//

e.   Menggunakan kalimat yang efektif
Kalimat yang efektif memiliki ciri  jelas, tidak berlebihan, logis, dan tidak terkontaminasi. Kalimat dikatakan jelas apabila mudah dipahami orang lain, tidak ambigu atau menimbulkan penafsiran ganda. Kalimat yang tidak berlebihan adalah kalimat yang singkat atau tidak bertele-tele. Kalimat yang logis adalah kalimat yang bisa diterima akal.  Sedangkan kalimat yang tidak terkontaminasi adalah kalimat yang tidak mengalami kerancuan.  Kerancuan adalah  pencampuradukan bentuk bahasa dalam konsruksi yang satu dengan bentuk dalam konstruksi yang lain sehingga menghasilkan konstruksi yang salah.
Agar lebih jelas perhatikan kalimat-kalimat berikut :
1)     Dalam seminar kali ini akan membahas masalah kenakalan remaja .(tidak jelas)
2)     Dalam seminar kali ini kita akan membahas masalah kenakalan remaja.(jelas)
3)     Saya sebagai moderator sangat berterima kasih sekali atas partisipasi Bapak-bapak dan ibu-ibu semua.(berlebihan)
Saya sebagai moderator sangat berterima kasih atas partisipasi Bapak dan Ibu semua.(lebih singkat)
4)     Waktu dan tempat saya persilakan. (tidak logis)
Bapak Wibisono saya persilakan. ( logis)
5)     Cerpen-cerpen karya Ibu Saskia ini semakin hari semakin banyak disukai orang.(rancu)
Cerpen-cerpen karya Ibu Saskia ini hari demi hari banyak disukai orang.(efektif)
Cerpen-cerpen karya Ibu Saskia ini semakin lama semakin banyak disukai orang.(efektif)
f.    Memperhatikan vokal, gerak, dan mimik
Vokal berkaitan dengan cara mengucapkan kata atau kalimat. Kata atau kalimat harus diucapkan dengan jelas dan tepat.
                             
Kunci jawaban
1.    Nama, kelas, asal sekolah, kegiatan yang diikuti, peran serta dalam seminar/ diskusi.
2.    Teknik memperkenalkan diri :
a.    Menggunakan kata sapaan secara tepat dan efektif, tidak berlebihan
b.    Menggunakan pilihan kata secara tepat
c.    Menggunakan struktur kalimat secara benar
d.    Memperhatikan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda
e.    Menggunakan kalimat yang efektif
3.    Saat ini/ telah hadir di tengah-tengah kita/dua orang pembicara/yang akan menyajikan makalah mereka.//

4.    Hadirin yang saya hormati, untuk memanfaatkan waktu, marilah seminar ini  kita mulai.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS