Container Icon

Materi : Pembelajaran Mendengarkan (1)

KONSEP MENDENGARKAN
1. Pengertian Mendengarkan
Menurut Burhan (1971:81), mendengarkan adalah suatu proses menangkap, memahami, dan mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. Dalam konsep tersebut terdapat tiga tahapan proses mendengarkan. Ketiga tahapan proses mendengarkan itu adalah sebagai berikut.
  1. Tahap menangkap dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.
  2. Tahap memahami dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.
  3. Tahap mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.

2. Tujuan Mendengarkan
Tujuan orang melakukan mendengarkan bermacam-macam. Tarigan, (1981:14) menjelaskan tujuan mendengarkan adalah untuk:
  1. memperoleh informasi yang ada hubungannya dengan profesi
  2. meningkatkan keefektifan berkomunikasi
  3. mengumpulkan data untuk membuat keputusan
  4. memberikan respon yang tepat



Selain itu, Tarigan (1972: 42) menjelaskan tujuan lain dari mendengarkan yaitu untuk:
  1. memperoleh pengetahuan secara langsung atau melalui radio/televisi
  2.  menikmati keindahan audio yang diperdengarkan atau dipagelarkan
  3. mengevaluasi hasil dengaran
  4. mengapresiasi bahan dengaran agar dapat menikmati serta menghargainya.

Tujuan Mendengarkan Menurut Standar Isi
Dalam Permen no. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi terdapat tujuan mendengarkan bagi siswa sekolah dasar. Tujuan tersebut terimplisit dalam Standar Kompetensi, yaitu untuk memahami:
  1. penjelasan tentang petunjuk denah
  2. pengumuman
  3. pantun
  4. penjelasan narasumber
  5. cerita rakyat
  6. cerita tentang suatu peristiwa
  7. cerita pendek anak
  8. wacana lisan
  9. berita
  10. drama pendek

3. Jenis-Jenis Mendengarkan
Tarigan (1983: 22) membagi jenis mendengarkan atas dasar proses mendengar yang diperoleh dari dua jenis yaitu (a) mendengarkan ekstensif, dan (b) mendengarkan intensif.
a. Mendengarkan Ekstensif
Mendengarkan ekstensif adalah proses mendengarkan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: mendengarkan siaran radio, televisi, percakapan orang di pasar, pengumuman, dan sebagainya. Ada empat jenis kegiatan mendengarkan ekstensif, yaitu mendengarkan sekunder, sosial, estetika, dan pasif.
1) Mendengarkan sekunder
Mendengarkan sekunder adalah proses mendengarkan yang terjadi secara kebetulan. Misalnya, seseorang sedang membaca suatu bacaan sambil mendengarkan percakapan orang lain, siaran radio, suara televisi, atau yang lainnya.
2) Mendengarkan sosial
Mendengarkan sosial adalah proses mendengarkan yang dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sosial atau di tempat umum seperti di pasar, terminal, stasiun, kantor pos, atau di tempat yang umum lainnya.
3) Mendengarkan estetika
Mendengarkan estetika atau mendengarkan apresiatif yaitu proses mendengarkan untuk menikmati dan menghayati keindahan, misalnya mendengarkan pembacaan puisi, rekaman drama, cerita dan lagu.
4) Mendengarkan pasif
Mendengarkan pasif adalah proses mendengarkan suatu yang dilakukan tanpa sadar. Misalnya, kita tinggal di suatu daerah yang menggunakan bahasa daerah. Sedangkan kita sendiri menggunakan bahasa nasional. Setelah beberapa lama tanpa disadari kita dapat mampu menggunakan bahasa daerah tersebut. Kemampuan menggunakan bahasa daerah tersebut dilakukan tanpa sengaja dan tanpa sadar. Tetapi, kenyataannya orang tersebut mampu menggunakan bahasa daerah dengan baik.
b. Mendengarkan Intensif
Mendengarkan intensif adalah proses mendengarkan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan konsentrasi yang tinggi untuk menangkap, memahami, dan mengingat informasinya. Kamidjan dan Suyono, (2002: 12) menjelaskan ciri-cirinya sebagai berikut. Mendengarkan intensif adalah mendengarkan pemahaman yaitu proses mendengarkan dengan tujuan untuk memahami makna pembicaraan dengan baik. Berbeda dengan mendengarkan ekstensif yang lebih menekankan pada hiburan, kontak sosial, dan sebagainya. Mendengarkan intensif memerlukan konsentrasi tinggi yaitu pemusatan pikiran terhadap makna pembicaraan.
Bersambung....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar